Berikut Jenis Gangguan Mental, Gejala dan Cara Menanganinya

Masalah gangguan mental tidak boleh Anda anggap sepele hanya karena tidak langsung terlihat gejalanya oleh mata. Sebab, gangguan mental dapat mengakibatkan penderitaan berkepanjangan hingga membuat penderitanya tertekan. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mengetahui jenis gangguan mental, mulai dari gejala hingga penanganannya.

Jenis Gangguan Mental, Gejala Umum dan Penanganannya

Walaupun tidak terlihat, kesehatan mental tetap harus Anda jaga dan jangan disepelekan. Berikut 7 jenis gangguan mental yang penting Anda ketahui.

Berikut beberapa jenis gangguan mental yang bisa Anda ketahui lengkap dengan gejala umum serta cara menanganinya:

1. Depresi

Jenis gangguan mental ini dapat menyebabkan seseorang mengalami kesedihan berkepanjangan serta kehilangan minat dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi depresi seseorang dapat berbeda-beda, ada yang berlangsung selama berminggu-minggu ada juga yang sampai berbulan-bulan.

Sayangnya, kebanyakan orang masih belum paham jika dirinya mengalami depresi dan menganggapnya hanya sedang mengalami stres biasa. Untuk itu, penting mengetahui gejala depresi agar bisa mendeteksinya sedari dini.

Adapun gejala umum depresi, yaitu:

  • Sedih dan murung berlebihan
  • Kehilangan energi, semangat dan nafsu makan
  • Sulit tidur atau tidur berlebihan
  • Pesimis dan merasa dirinya tidak berguna
  • Selalu merasa bersalah dan mudah putus asa
  • Gelisah, sulit berkonsentrasi dan membuat keputusan
  • Memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri
  • Muncul gangguan fisik, seperti nyeri punggung atau kepala.

Kalau Anda merasakan gejala seperti itu, pastikan untuk segera menghubungi psikiater secepatnya. Dengan begitu, psikiater akan langsung melakukan pemeriksaan fisik serta psikologis, wawancara medis hingga melakukan berbagai cara untuk mengatasinya. Biasanya, cara yang dokter atau psikiater lakukan melalui terapi psikososial, psikoterapi hingga meresepkan obat antidepresan.

2. Anxiety Disorders (Gangguan Kecemasan)

Anxiety Disorders atau gangguan kecemasan merupakan perasaan cemas, takut, khawatir berlebihan yang terjadi tanpa alasan jelas. Pada kasus ini Gangguan akan berlangsung lama, sehingga dapat berdampak pada aktivitas sehari-hari serta kualitas hidup penderitanya.

Gangguan kecemasan ternyata memiliki beberapa jenis, seperti gangguan kecemasan umum, sosial, phobia hingga panic disorder.

Gejala umum yang bisa terdeteksi dari anxiety disorders, yaitu:

  • Memiliki perasaan gelisah, tegang dan sulit tenang berlebihan
  • Sulit berkonsentrasi karena mudah terganggu
  • Gangguan tidur
  • Sakit kepala, nyeri otot hingga gangguan pencernaan
  • Lelah berlebihan
  • Sesak napas, mual, tremor, muncul keringat dingin dan jantung berdebar-debar.

Jika Anda mengalami atau melihat orang sekitar mengalami tanda-tanda seperti itu, segera hubungi profesional dan lakukan pemeriksaan agar mendapatkan penanganan secara tepat.

3. Bipolar

Jenis gangguan mental berikutnya adalah bipolar yang ditandai dengan perubahan suasana hati secara ekstrim. Dari yang awalnya merasa sangat senang dan bersemangat menjadi sangat sedih secara drastis.

Umumnya, gejala bipolar terbagi menjadi 2 fase, yaitu:

  • Fase Mania: Penderita akan mengalami episode suasana hati yang sangat gembira dan bersemangat sampai segala hal seolah bisa dilakukan oleh diri sendiri. Namun, fase ini juga membuat seseorang menjadi mudah tersinggung dan sensitif. Bahkan, bisa melakukan sesuatu yang dapat merugikan fisik, finansial hingga sosial.
  • Fase Depresi: Fase ini terjadi setelah fase mania berakhir, seseorang akan merasa sangat sedih, cemas, hampa secara tiba-tiba seperti penderita depresi. Akibatnya, aktivitas bisa terganggu karena orang yang berada pada fase ini selalu menganggap diri mereka kurang berharga dan mudah putus asa.

Selain kedua fase itu, penderita bipolar juga terkadang mengalami suasana hati normal yang disebut “euthymia”.

Penyebab bipolar sendiri bisa terjadi karena perubahan aktivitas dan ukuran otak hingga trauma atau stres berlebihan.

Meskipun bipolar merupakan penyakit seumur hidup yang tidak bisa sembuh seutuhnya, tetapi terapi dan pengobatan tepat masih dapat mencegah gejalanya.

4. Obsessive Compulsive Disorder (OCD)

Obsessive Compulsive Disorder atau OCD merupakan suatu keadaan mental yang membuat seseorang terus melakukan sesuatu secara berulang untuk mengurangi kecemasan. Misalnya, mengecek kunci pintu berkali-kali atau mencuci tangan berkali-kali karena takut terkena penyakit.

Biasanya, seseorang yang mengalami OCD menyadari bahwa dorongan itu bermasalah, tetapi mereka tidak bisa apa-apa. Sejauh ini, masih belum ada cara pasti yang mampu mengobati OCD. Namun, lewat pemeriksaan serta penanganan awal, gejalanya masih bisa terminimalisir agar tidak semakin memburuk dan mengganggu aktivitas harian.

5. Post Traumatic Stress Disorder (PTSD)

PTSD alias gangguan stres pasca trauma merupakan jenis gangguan mental yang terjadi karena memiliki pengalaman atau menyaksikan peristiwa mengerikan di masa lalu, sehingga menimbulkan trauma.

Peristiwa atau kejadian traumatis yang dapat memicu PTSD, seperti perundungan, pelecehan seksual, peperangan, kecelakaan hingga bencana alam.

Gejala PTSD bisa terjadi dalam jangka pendek, seperti satu bulan setelah peristiwanya. Namun, bisa juga lebih dari 1 bulan bahkan seumur hidup yang terkenal dengan nama “complex PTSD”.

Adapun gejala umum yang penderita PTSD rasakan adalah:

  • Ingatan tentang masa selalu menyakitkan yang berulang-ulang hingga menimbulkan rasa cemas dan takut
  • Sulit tidur karena terus bermimpi buruk
  • Perubahan perilaku dan emosi, misal mudah marah, stres, takut dan susah konsentrasi
  • Kecenderungan untuk menghindari suatu tempat atau aktivitas yang berhubungan dengan peristiwa pada masa lalu.

Jika mengalami gejala PTSD lebih dari 1 bulan, pastikan untuk segera memeriksa diri kepada profesional, ya.

6. Eating Disorders (Gangguan Makan)

Eating Disorders dapat menjadi masalah serius karena menimbulkan masalah kesehatan pada fisik dan mental.

Ada tiga macam gangguan makan yang paling umum, yaitu:

  • Anoreksia: Seseorang makan dengan porsi lebih sedikit dari yang tubuh butuhkan karena terobsesi untuk kurus padahal dirinya sudah kurus. Gejalanya tidak mau makan karena merasa tak lapar, olahraga berlebihan hingga berat badan turun secara drastis.
  • Bulimia: Makan dengan porsi banyak tapi takut berat badan naik, sehingga memuntahkan kembali makanannya secara paksa. Gejalanya tidak bisa mengontrol untuk memuntahkan makanan, olahraga berlebihan dan sering ke kamar mandi setelah makan.
  • Binge Eating Disorder (BED): Tidak bisa mengendalikan pola makan bahkan saat sudah kenyang. Penderita BED cenderung makan sendirian karena malu dan berakhir depresi karena merasa bersalah setelah makan.

Apabila Anda atau orang yang Anda kenal mengalami hal seperti itu, segera hubungi profesional. Salah satunya dokter spesialis gizi agar mendapatkan bimbingan pola makan sehat, terapi dan pengobatan efektif lainnya.

7. Skizofrenia

Jenis gangguan mental ini membuat seseorang tidak bisa membedakan antara kenyataan dan halusinasi. Penderita skizofrenia akan mengalami gejala seperti delusi, halusinasi, bicara kacau, kehilangan motivasi, curiga berlebihan, kumal dan kotor.

Skizofrenia tidak bisa disembuhkan, tetapi dapat ditangani dengan perawatan serta pengobatan tepat dari dokter atau psikiater.

Itulah beberapa jenis gangguan mental yang penting Anda ketahui. Tentunya, masalah kesehatan ini tak boleh Anda abaikan atau anggap sepele. Jadi, pastikan untuk tetap menjaganya dan selalu perhatikan orang-orang sekitar Anda.

Related Posts